Author Archives: putri

Tokopedia Mau IPO? Tinggal Tiru Juragannya Alibaba

Category : BISNIS , START UP

Salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Tanah Air, Tokopedia, mulai membidik target membukukan laba pada 2020, setelah 10 tahun terakhir masih mencatatkan buku merah. Target tersebut ditetapkan sebagai langkah awal rencana perusahaan berstatus unicorn ini melantai di bursa saham.

Hal ini diungkapkan oleh CEO dan Co-Founder Tokopedia William Tanuwijaya di Jakarta, Kamis (10/10/2019). “Secara komitmen tahun depan kita sudah profitable. Menghadapi persaingan apapun ayo. Strateginya tahun depan harus profit,” ujar William.

“Harapannya dalam beberapa tahun ke depan bisa go public [jadi perusahaan publik],” tambah William, yang mengatakan masih memiliki modal yang cukup dari dua investor besarnya, SoftBank dan Alibaba.

William menekankan, persaingan yang harus dilakukan yakni dengan inovasi. Bukan hanya dengan kabar uang.

“Beberapa tahun lalu dengan lebih kecil kita berhadapan dengan eBay dan Rakuten. Kini kita punya uang lebih tapi persaingan sekarang berhadapan dengan Amazon yang punya modal setara ekonomi Indonesia. Jadi Tidak pernah ada habisnya kalau kita melakukan persaingan uang. Tapi harus dengan persaingan inovasi,” jelasnya.

William menekankan bahwa pelaku startup jangan mudah terlena. Dia mencontohkan perusahaan teknologi besar yang dulunya menguasai pasar namun kini harus menghilang.

“Musuh terbesar ya kita sendiri. Jika kita ga berinovasi kita akan mati. Yahoo dulu perusahaan internet terbesar di dunia. Kemudian Blackberry. Dulu, Orang yang ga pakai BB akan dinilai ketinggalan jaman. Sekarang orang yang pakai Blackberry dinilai ketinggalan jaman. Kemudian Nokia dulu 40% pangsa pasar, kemana sekarang?” Katanya.

“10 tahun terakhir kami menghadapi banyak perusahaan global. Karena pasar Indonesia kita besar dan menarik. Kalau kita ga membuat produk yang membunuh kita sendiri, tapi orang lain yang akan membuat produk yang membunuh kita,” paparnya

Sebenarnya, Tokopedia bisa belajar dari Alibaba yang sukses IPO di New York Stock Exchange (NYSE) pada 2014. Perusahaan yang didirikan oleh Jack Ma tersebut berhasil menorehkan pencapaian gemilang dan menggalang dana segar sekitar US$ 25 miliar, dengan total kapitalisasi pasar sekitar US$ 228 miliar.

Perolehan tersebut merupakan nilai IPO terbesar di dunia, melampaui capaian dari Bank Pertanian China (Agricultural Bank of China) yang memperoleh US$ 22,1 miliar pada debut perdana di bursa saham Hong Kong.

Lebih lanjut, sejak debut perdananya di Wall Street, kapitalisasi pasar Alibaba sudah tumbuh hampir dua kali lipat dengan nilai mencapai US$ 417,42 miliar, di mana pada 13 Juni 2019 harga saham perusahaan ditutup US$ 160.33/saham. Nilai ini naik 135,78% dari harga penawaran umum saham perdana 5 tahun lalu yang ada di level US$ 68/saham.

Sekedar informasi, Alibaba memiliki kinerja keuangan yang sangat baik. Selama 10 tahun terakhir, total pendapatan perusahaan tumbuh rata-rata 57,14% secara tahunan. Sementara, laba perusahaan juga tumbuh dengan kinerja yang serupa, yaitu 58,68% secara tahunan.

Nah sukses IPO di Wall Street, Alibaba ingin mengulangnya di Bursa Hong Kong. Alibaba sudah mengajukan permohonan pencatatan saham. Menurut beberapa orang yang mengetahui hal tersebut.

Perusahaan mengajukan dokumen initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham pekan ini tanpa perlu membuka laporan keuangan, kata sumber tersebut, menurut laporan Bloomberg yang dilansir dari The Star, Kamis (13/6/2019).

Alibaba disebut telah menunjuk China International Capital Corp. dan Credit Suisse Group AG sebagai underwriter.

Penawaran saham dari perusahaan terbesar China itu diperkirakan dapat meraup dana segar hingga US$20 miliar (Rp 285,7 triliun) meskipun Alibaba sendiri belum menentukan target penggalangan dananya, kata sumber tersebut.

Nilai tersebut akan menjadi IPO terbesar di Hong Kong sejak listing AIA Group Ltd. pada 2010, menurut data yang dikumpulkan Bloomberg. Namun hingga kini IPO Alibaba di Bursa Hong Kong tampaknya tertunda karena gelombang protes.

Dalam skala yang lebih kecil, Tokopedia sebenarnya bisa meniru langkah-langkah yang dilakukan Alibaba yang juga merupakan salah satu pemodal terbesarnya. (Houtman PS, CBN Indonesia)

 


Deretan Startup yang Disebut Sri Mulyani ‘Next Unicorn’ RI

Category : BISNIS , START UP

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut Ekonomi digital bisa membawa Indonesia berkuasa di Asia. Untuk mencapai hal tersebut pemerintah sudah menyusun visi menjadi ‘Energi Digital Asia’ pada 2020.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah telah meluncurkan roadmap ‘Making Indonesia 4.0’. Inisiatif ini terdiri dari 10 strategi dari kualitas sumber daya manusia, iklim investasi, kesiapan infrastruktur, serta standar keberlanjutan.

Ada 5 sektor prioritas dalam pengembangan Industri 4.0 di Indonesia, yaitu makanan dan minuman, otomotif, bahan kimia, elektronik, serta tekstil dan pakaian.

“Komitmen Indonesia dalam mendukung era digital juga tercermin dalam peluncuran Agenda Fintech Bali. Diluncurkan pada Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali, ada 12 pilar yang dapat diadopsi oleh negara-negara dalam mengembangkan industri fintechnya,” ujar Sri Mulyani seperti dikutip Selasa (7/5/2019).

“Mengingat ekosistem startup yang berkembang di Indonesia, kami percaya bahwa akan ada unicorn baru dalam waktu dekat.”

“Saat ini, kami memiliki sekitar sembilan perusahaan pemula yang terdaftar sebagai Centaur atau startup dengan penilaian lebih dari US$1 00 juta, termasuk OVO (Fintech), Akulaku (Fintech), dan Blibli (e-commerce),” papar Sri Mulyani.

Ia percaya, perusahaan-perusahaan tersebut memiliki potensi tinggi naik kelas. “Memiliki potensi untuk menjadi Unicorn Indonesia berikutnya.”

“Fenomena ini menunjukkan bahwa melalui ekonomi digital dan model bisnis baru, Indonesia dan beberapa negara berkembang memiliki peluang untuk memiliki perusahaan valuasi tinggi,” tutup Menkeu.

Unicorn adalah startup bervaluasi US$ di atas 1 miliar. Di Indonesia ada tiga startup berstatus unicorn. Yakni, Bukalapak dan Tokopedia (e-commerce) dan Traveloka. Adapun Gojek (ride-hailing) sudah menyandang status decacorn (valuasi di atas US$10 miliar) menurut CB Insights.

Mengutip dari berbagai sumber, ini beberapa nama startup yang disebut Sri Mulyani akan menjadi unicorn di Indonesia:

1. OVO

OVO merupakan startup mobile payment dan dompet digital yang didirikan PT Visionet Internasional yang terafiliasi dengan Grup Lippo. Saat ini OVO menjadi penantang Gopay dalam pasar sistem pembayaran. OVO cukup agresif dalam mengembangkan bisnis dengan menggandeng startup lainnya seperti bekerja sama dengan Grab, Tokopedia dan Grup Matahari.

Mengutip rilis Lippo, tahun lalu OVO telah mendapatkan suntikan dana dari Tokyo Century sebesar US$120 juta.

2. Akulaku

Akulaku adalah fintech yang memiliki bisnis di bidang e-commerce, peer-to-peer (P2P) lending, remitansi hingga pembayaran digital. Akulaku didirikan oleh William Li pada 2016 dan sudah beroperasi di Asia Tenggara.

Saat ini sebagian saham Akulaku di miliki oleh Alibaba Group. Akulaku juga baru saja mengumumkan investasi sebesar Rp 500 miliar di Bank Yudha Bhakti.

3. Blibli

Blibli adalah startup e-commerce yang berdiri pada 2011 silam. Blibli dimiliki PT Global Digital Niaga yang merupakan anak perusahaan Djarum di bidang digital. Blibli termasuk startup yang tidak agresif kumpulkan dana dari investor menyuntik dana ke startup lain dan akuisisi.

Blibli telah mengakuisisi Tiket.com, startup pemesanan tiket perjalanan dan hotel serta telah berinvestasi di Gojek. (Roy, CBN Indonesia)

 


Kenapa Harus Lewat e- Commerce?

Beberapa waktu kebelakang hingga saat ini, transaksi jual beli online sudah menjadi tren masyarakat. Kemajuan teknologi menjadi penyebab, gaya hidup masyarakat menjadi mudah dan instan, apa pun bisa dilakukan melalui sentuhan aplikasi.

                Selain itu, efesiensi waktu dan perbandingan harga pun menjadi pilihan masyarakat dalam bertransaksi jual beli, baik itu bidang fesyen, elektronik, kuliner, otomotif, hingga masih banyak lainnya. Tak heran, jika tak sedikit orang memanfaatkan momen era digital ini tidak hanya menjadi konsumen tetapi dapat menjadi peluang bisnis.

                Dengan bermodalkan kuota dan gadget, setiap orang bisa dengan mudahnya berbisnis online melalui berbagai macam aplikasi e-Commerce tanpa harus menggelontorkan uang untuk sewa took atau pun hal lainnya. Mungkin bagi sebagian orang, ada yang penasaran kok e-Commerce bisa menjadi tren seperti ini ya? Apakah termasuk kamu?

                Bisa disebut Forum Jual Beli (FJB) Kaskus dan Tokobagus menjadi forum dagang digital yang terlebih dulu booming di Indonesia. Lalu, definisi e-Commerce sendiri itu seperti apa sih? Seperti dilansir dari kompasnia.com, definisi e-Commerce seperti berikut:

1. Komunikasi, e-Commerce merupakan pengiriman informasi, produk/layanan,atau sarana elektronik lainnya.

2. Proses bisnis, e-Commerce merupakan aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi dan aliran kerja perusahaan.

3. Layanan e-Commerce merupakan suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen dan manajemen dalam memangkas service cost ketika meningkatkan mutu barang dan kecepatan pelayanan.

4. Online, e-Commerce berkaitan dengan kapasitas jual beli produk dan informasi di internet dan jasa online lainnya.

Menariknya, menurut berita yang dilansir dari wartaekonomi.co.id, Indonesia merupakan pasar dengan pertumbuhan e-Commerce yang menarik dari tahun ke tahun. Sejak tahun 2014, Euromonitor mencatat, penjualan online di Indonesia sudah mencapai US$1,1 miliar. Data sensus Badan Pusat Statistik (BPS) juga menyebut, industri e-Commerce Indonesia dalam 10 tahun terakhir meningkat hingga 17 persen dengan total jumlah usaha e-Commerce mencapai 26,2 juta unit.

Pada tahun 2018, e-Commerce di Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan sangat pesat, dan diperkirakan akan terus meningkat seiring berkembangnya jumlah pengusaha dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tanah air.

Diharapkan peningkatan dan pertumbuhan e-Commerce ini menjadi perkembangan ekonomi yang sangat baik ya di Indonesia ini.

Untuk mendukung E-commerce, perlu adanya aplikasi melalui google play store yang telah digunakan milyaran user di seluruh dunia. Jadi tunggu apalagi, segera pesan pembuatan aplikasi melalui Langitbumi.com untuk mendukung bisnis kamu. *)LB


Mengapa Harus Membangun Aplikasi Mobile?

Dengan semakin meningkatnya pengguna smartphone di Indonesia, dari kalangan muda sampai profesional semakin banyak pula aplikasi mobile yang dapat kita manfaatkan. Dari aplikasi untuk jual-beli sampai aplikasi untuk bisnis bisa kita temukan di Apps Store maupun di Playstore. Kemudahan setiap aplikasi yang kita gunakan menjadi point penting dalam pembuatan aplikasi. Aplikasi sosial media yang sering kita gunakan sekarang merupakan pengembangan yang berkelanjutan.

Dari yang awalnya hanya ada versi Web, sekarang semua startup maupun perusahaan mulai membuat aplikasi mobile yang mereka tujukan khusus untuk pengguna maupun customer. Dengan aplikasi mobile, pengguna dimanjakan dengan beberapa fitur maupun diskon harga produk-produk tertentu. Mau membangun sebuah aplikasi mobile? 9 hal dibawah ini kamu harus ketahui.

1. Dengan prosentase 51% akses web lewat mobile, kamu memerlukan strategi pengembangan aplikasi mobile.


Customer membawa ponsel kemana saja mereka pergi. Bahkan bangun di pagi hari mematikan alarm dan memeriksa cuaca dapat dilakukan dengan smartphone. Kita menghabiskan waktu dalam perjalanan mencari sesuatu di layar smartphone kita. Kita istirahat pada siang hari dan selau membawa ponsel. Intinya adalah, kita selalu membawa smartphone kita sepanjang waktu. Kita lupa kunci rumah, makan siang, bahkan laptop kerja kita, tetapi tidak pernah lupa membawa smartphone ketika berjalan keluar rumah. Sekarang smartphone adalah teknologi yang kita gunakan untuk menghabiskan sebagian besar waktu kita setiap hari.

Dan kita tidak sendirian. Menurut data dari laporan tahunan Internet Trends 2015, orang menghabiskan lebih banyak waktu di ponsel mereka dari pada perangkat lain.

Dari perkiraan 6 jam yang dihabiskan oleh pelanggan setiap hari di berbagai saluran digital, 51% dari waktu yang dihabiskan di ponsel, 42% pada desktop / laptop dan 7% pada tablet.

Jika orang menghabiskan begitu banyak waktu di smartphone mereka hari ini, strategi bisnis kamu harus memperhitungkan itu.

2. Customer ingin mencari apa yang mereka perlukan dengan cepat berdasarkan lokasinya.


Aplikasi Uber adalah contoh utama dari sebuah perusahaan yang menawarkan layanan customer/pelanggan, berdasarkan lokasi dan kebutuhan.

Dengan mengaktifkan fitur lokasi kamu pada ponsel, kamu dapat dengan mudah memesan layanan Uber. Ketika dalam jalan perjalanan, kamu ingin menemukan hotel yang terdekat. Mungkin kamu membuka aplikasi Yelp untuk mencari restoran terdekat. Tentu, banyak situs menawarkan layanan berbasis lokasi yang memungkinkan Anda memasukkan kode pos untuk menemukan hasil namun smartphone menghilangkan kebutuhan bagi pelanggan untuk secara manual dalam memasukkan informasi apapun dan melainkan memberikan kepuasan instan untuk menemukan apa yang kamu cari berdasarkan lokasi. Layanan berbasis lokasi telah menjadi pilihan kedua untuk sebagian customer pada tahun 2015.

3. Notifikasi memungkinkan kamu untuk mendapatkan customer secara real time.

Push notifikasi dibuat agar lebih mudah bagi setiap bisnis untuk berhubungan dengan pelanggan kamu dengan mengirimkan informasi penting (pesanan kamu telah dikirimkan) atau penawaran marketing (memeriksa penjualan kamu pada aplikasi) langsung ke user. Di masa lalu, metode yang paling efektif dalam konten, produk, dan penawaran untuk user adalah melalui email. Bahkan di dunia saat ini, email tetap menjadi metode yang sangat efektif untuk berhubungan dengan pelanggan dengan rata-rata tingkat klik sekitar 3%. Namun, di masa sekarang, push notifikasi jauh lebih manjur sebagai media berkomunikasi dan keterlibatan dengan pelanggan kamu dari email.

Sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam teknologi push notifikasi untuk aplikasi mobile, telah menganalisa sekitar lima miliar push notifikasi dikirim ke 150 juta pengguna aplikasi. Hasilnya? Sebuah fenomena menyatakan sebanyak 6% dari semua pelanggan mengklik lewat notifikasi di semua industri dan setiap sistem operasi. Hal ini membuat push notifikasi dalam aplikasi 100% lebih efektif daripada kampanye pemasaran melalui email. Artinya ini bagi perusahaan adalah mereka 100% lebih mungkin untuk menyampaikan pesan ke pengguna melalui push notifikasi daripada lewat email. Inilah yang membuat push notifikasi begitu powerful.

Photo by Adweek

Menurut data dari business insider 39% orang Amerika memeriksa email mereka 1-3 kali sehari dengan hanya 34% dari mereka secara teratur memeriksa email mereka sepanjang hari. Sebaliknya, pelanggan memeriksa ponsel mereka 46 kali sehari. Ini telah merumuskan kembali tidak hanya bagaimana orang berinteraksi dengan dunia digital tetapi juga bagaimana perusahaan berhubungan dengan pelanggan mereka.

Kita mengecek ponsel kita begitu sering dalam sehari. Dalam waktu yang singkat 2-3 detik kamu mendapatkan perhatian customer dan jika kamu tahu apa yang kamu lakukan, kamu dapat meyakinkan customer untuk bertindak berdasarkan informasi yang kamu berikan. Dan itulah momen yang penting, dalam beberapa detik, perusahaan dengan aplikasi mobile dapat memberikan informasi dengan cepat, berdasarkan yang kamu dapat baik tindakan (membeli ini!) atau mengkonsumsi (pizza di jalan ini).

Notifikasi lokasi pada Kalender Google membuat hidup lebih mudah dengan mengingatkan kamu tentang janji yang akan datang.

Dan kesempatan kamu sangat besar, tidak hanya kamu dapat menghubungi customer melalui push notifikasi tetapi kamu juga memberikan customer dengan informasi yang relevan dan pilihan dalam aplikasi yang memungkinkan kamu untuk bertindak dengan cepat atau kembali pada tahap berikutnya. Dengan begitu banyak peluang, kemungkinan kamu menjadi efektif jauh lebih tinggi bila kamu memiliki aplikasi mobile.

4. Personalisasi adalah fitur unggulan di ponsel.

Aplikasi Groupon unggul di personalisasi dengan memberikan informasi yang relevan secara kontekstual berdasarkan pengalaman pengguna pada aplikasi.

Berikut adalah hal penting tentang aplikasi mobile: sekali dikonfirmasi, pengguna tidak pernah perlu login lagi. Sebaliknya, pada sebuah web kamu hanya dapat menyimpan pengguna online dalam waktu yang terbatas baik karena peraturan hukum secara online atau karena pengguna akan menghapus cache mereka, membuat kamu kehilangan koneksi dengan customer itu. Pada ponsel ini tidak menjadi masalah. Kamu dapat menunjukkan padanya penawaran personalisasi dan rekomendasi.

Kamu bisa membawanya langsung ke homepage kamu atau halaman lain yang menurut kamu baik untuk customer. Kamu dapat menunjukkan padanya aktivitas sebelumnya pada aplikasi atau menyarankan sesuatu yang baru. Tidak ada batas untuk seberapa baik kamu dapat mempersonalisasikan pengalaman pengguna pada aplikasi.

Pertimbangkan halaman yang customer lihat ketika menekan pada aplikasi Groupon. Aplikasi ini telah benar-benar personalisasi pengalaman pengguna berdasarkan apa yang mereka pikir adalah relevan bagi customer, memberitahu customer tentang kesepakatan yang ada, mengingatkan customer tentang penawaran sebelumnya dilihat, dan mencoba untuk menjual pada customer jenis yang baru dari layanan yang kamu tawarkan yang customer belum pernah coba sebelumnya. Ini menunjukkan betapa powerful-nya aplikasi mobile dapat didasarkan pada data yang kamu kumpulkan tentang customer di masa lalu. Jadi jangan lewatkan – personalisasi adalah kunci penting di aplikasi mobile!

5. Mendapatkan feedback dari user maupun customer ​​melalui penilaian di toko aplikasi dan review.

Seperti banyak perusahaan telah menyadarinya dari waktu ke waktu, feedback sulit untuk mendapatkan. Setiap bisnis yang mencoba untuk fokus pada customer akan memiliki strategi untuk menarik user dan mendapatkan pendapat yang jujur. Dalam pengaturan website, yang lebih sulit dicapai. Biasanya, hal itu dilakukan melalui pop-up yang kebanyakan user akan hampir secara otomatis, tanpa membaca, mengabaikan. Dalam dunia aplikasi percakapan berbeda karena user memiliki cara yang jelas untuk berkomunikasi berdasarkan sudut pandangnya.

Dalam pengaturan web jika user tidak menyukai apa yang user lihat user dengan mudah meninggalkannya. Pada sebuah aplikasi, terutama jika user tidak suka, user akan meninggalkan komentar. Dan meskipun perusahaan mungkin mengambil hit di kecepatan download jika tanggapan user terlalu negatif, kamu dapat dengan mudah mengukur minat customer, suka, dan tidak suka, dan dengan cara itu kamu dapat dengan mudah menyesuaikan strategi mobile. Lebih penting lagi, ketika menekan update, perusahaan dapat dengan jelas dan ringkas mengetahui apa yang telah diperbaiki berdasarkan masukan dari user, seperti pada contoh di bawah ini

Perusahaan yang bertindak atas feedback user mendapatkan lebih banyak keterlibatan dan loyalitas dari waktu ke waktu.

Seperti yang bisa kita lihat dari aplikasi cuaca, developer sangat cepat untuk mengucapkan terimakasih dari user untuk feedbacknya dan memberitahu perubahan apa yang developer buat berdasarkan input user. Aplikasi Google juga memberitahu dengan jelas satu set optimasi yang dibuat berdasarkan masukan user (perbaikan navigasi yang ditingkatkan dan kecepatan waktu loading). Tidak hanya mekanisme feedback ini baik untuk bisnis, itu juga baik untuk user, itu menunjukkan bahwa perusahaan mendengarkan mereka, dan sebagai user mereka memiliki suara dalam interaksi ini.

6. Mengumpulkan informasi penting dari customer kamu dengan cara yang nyaman atau memungkinkan untuk alternatif mudah pada smartphone.

Perusahaan yang menawarkan scanner kartu kredit memudahkan user untuk memasukkan informasi penagihannya

Ketika kamu sampai ke titik di mana kamu ingin melakukan pembelian dan sekarang perlu untuk menarik kartu kredit dari dompet, memasukkan nomor 16 digit, tanggal kadaluarsa, nama pertama dan terakhir dan kode CVC. Ketika kita benar-benar bertekad untuk membeli produk kita melakukan semua itu. Tapi dengan smartphone proses tadi bisa jauh lebih mudah. Dengan perangkat lunak seperti card.io aplikasi apapun bisa menggunakan opsi untuk memungkinkan pelanggan memposisikan kartu kreditnya di depan kamera ponsel. Kemajuan ini tidak hanya membuat koleksi informasi penagihan lebih mudah dan lebih nyaman untuk user tetapi juga menghilangkan potensi kegagalan (tidak masuk informasi dengan benar) bagi user, sesuatu yang desktop tidak bisa lakukan.

7. Dengan aplikasi, kamu memiliki mendapat perhatian penuh customer.


Pertama, jika kamu berpikir user smartphone menghabiskan waktunya di ponsel mereka berselancar di web, kamu keliru. Dari 80% waktu yang dihabiskan oleh user pada smartphone pada aplikasinya, hanya 20% waktu yang dihabiskan di situs web. Kedua, setelah kamu menarik perhatian customer, maka mereka akan menghabiskan lebih banyak waktu di aplikasi kamu daripada terlibat dalam kegiatan lain atau menggunakan aplikasi lain/web.

Dalam dunia desktop, user hanya dapat membuka tab baru dan menjauh dari web kamu. Pada perangkat pintar, dari sudut pandang user, sangat nyaman untuk keluar dari aplikasi, pindah ke aplikasi lain atau web untuk perbandingan belanja, dan kemudian kembali. Ini artinya dalam dunia mobile jika kamu dapat menarik perhatian user pada aplikasi kamu maka kamu meiliki kesempatan menyediakan konten yang relevan.

8. Meningkatkan keterlibatan keseluruhan dengan customer kamu.


Jika kamu memainkan semua kartu dengan benar dan akhirnya user men-download aplikasi kamu maka kamu berada dalam posisi yang baik untuk terlibat dengan customer itu. Pertama, user kesulitan men-download menggunakan aplikasi. Kedua, aplikasi kamu sekarang menempati urutan atas pada layar pengguna. Yang menempatkan kamu dalam posisi yang bagus untuk terlibat dengan user itu. Misalnya, pengguna lebih cenderung untuk menekan sebuah aplikasi jika mereka melihat jumlah notifikasi sebelahnya karena mereka melihatnya hampir sebagai email yang belum dibuka kemudian ada keinginan untuk melihatnya.

9. Mode offline yang menghemat data.

Mode offline pada aplikasi Shazam membuat pengalaman user menyenangkan bahkan ketika mobile data off.

Terkadang kita menggunakan mode offline untuk menghemat data ataupun baterai. Mungkin kamu berada di pesawat. Intinya adalah ini terjadi pada semua user smartphone. Sepanjang waktu! Dan ketika itu terjadi, perusahaan dengan aplikasi native yang mendukung mode offline berada dalam posisi yang bagus untuk menyenangkan dan melibatkan user. Ketika aplikasi kamu dimuat di smartphone kamu tidak begitu bergantung pada jaringan atau konektivitas Wi-Fi maka memungkinkan kamu untuk terus terlibat dengan user. Beberapa perusahaan yang bergantung pada layanan cloud untuk berfungsi dengan baik bahkan akan bekerja ekstra dan menyimpan input user untuk nanti ketika smartphone user mendapatkan kembali akses jaringan.

Seperti yang kita lihat, dalam dunia pengembangan aplikasi smartphone ada 9 strategi yang tidak hadir dalam ruang desktop / laptop yang memungkinkan untuk percakapan yang berarti dan produk yang relevan. Yang paling penting, 9 strategi ini efektif dan berguna untuk bisnis karena fokus pada membuat pengalaman yang nyaman untuk pengguna. Dari kemampuan Shazam untuk menyimpan tag lagu ketika kamu kembali penerimaan telepon, kapasitas Uber untuk mencocokkan saya dengan sopir berdasarkan lokasi saya, untuk aplikasi Google yang mengingatkan kamu ketika keluar berdasarkan janji yang akan datang, dengan perusahaan yang memungkinkan saya untuk memindai kartu kredit saya dan menyelamatkan saya dari kerumitan secara manual dalam memasukkan informasi, aplikasi mobile memiliki kemampuan yang fokus pada user.

Seperti yang kita semua tahu, perusahaan yang paling sukses adalah mereka yang membuat hidup customer / pelanggan sedikit kemudahan dan membantu customer memenuhi tugas-tugas dengan cara yang lebih cepat dan lebih efisien. Apakah perusahaan / startup kamu siap untuk menerapkan strategi mobile untuk membantu customer / user kamu dalam mendapatkan apa yang mereka butuhkan?

Masih ragu untuk membuat aplikasi mobile? Jangan tunggu lagi, hubungi tim Langitbumi.com untuk pembangunan aplikasi mobile. )end